Basmalah... Bismillahirrahmanirrahiim

Hope Allah always beside on me, beside on us... and blessing all we do. Because without Allah, we are nothing.
Start everything in the name of Allah.

Kunjungan

Akhirnya mendapatkan petunjuk, untuk menjadikan halaman ini sebagai ruang belajar baru antara aku dan anakku. antara Shafiyyah dan Saffanah. mari kita coba -23042013-
free counters
Blogger Indonesia

Friday, December 25, 2009

Dan Berkah-Mu Menyentuh Bumi ini


Dan segala Puji Bagi Allah Subhanahu Wata'ala... yang selalu membagikan kasih dan sayang-Nya kepada setiap hamba-Nya yang selalu bersyukur.
Dan tiada kebahagiaan yang lebih dari pada sebuah keberkahan yang dilimpahkan-Nya tanpa melihat batasan apapun... setiap kebaikan adalah keberkahan yang tiada habisnya....
Dan terus saja syukur ini terangkai, atas lahirnya gadis mungil yang cantik... dan akan menjadi pengisi baru bagi keluarga saudara laki-laki ku... beserta istrinya terkasih...

Terlahir atas nama : IMTIYAZ NAFISA binti Ahmad Zakiy Ramadhan, Malang - Kamis 24 Desember 2009 M, 8 Muharram 1431 H. pukul 23:50 wib.

Semoga kelak menjadi anak yang Shalehah.... dan selalu dicintai oleh keluarga dan semua nya...

Seorang yang menungguimu lahir...
-phy-

Friday, December 04, 2009

[notes] Sebuah Perjalanan yang Baru

menjelang semua kesibukan dimulai, kembali kepada keyakinan yang sebenarnya, jangan pernah ragu-ragu dalam mengambil keputusan, karena kebijakan yang benar adalah saat kamu meyakininya dengan hati.







Pagi ini aku update status di facebook, dengan kalimat diatas... sedikit kurang percaya bahwa aku merangkai kalimat seperti itu lagi...

sudah cukup lama sejak terakhir kali aku memiliki inspirasi membahasakan sesuatu nya dengan indah dan puitis.
Dan langsung saja browsing gambar di google, dan menemukan gambar cantik diatas di sini.

Kemudian menemukan yang satu lagi di sini

Dan apa maksud judul diatas, status fb-ku, dengan dua gambar yang terlampir?

ini tentang seseorang yang aku sayang, selain kedua orang tuaku, suamiku, adik-adikku..

dia yang ikut menggendongku ketika aku masih harus diantar ke kamar mandi,
dia yang tidak pernah membiarkanku berlari sendiri ditengah keasikanku bermain, sekalipun kadang dia lupa... aku masih suka berlarian sendiri ditengah kesibukanku berimajinasi di dunia sana...
dia, yang aku minta menjadi saksi nikahku... karena aku menyayanginya, karena aku berdoa untuknya... agar ia segera menemukan jalan yang benar... agar sampai ditujuannya dengan segera...

dia pamanku, yang lain memanggilnya om, dan ada juga yang menyebutnya 'mak uncu' yang berarti paman yang paling kecil.

dua tahun yang lalu dia sempat mengalami masa yang paling tidak menyenangkan... bercerai, dari istri-nya. yang sudah di-nikahinya lebih kurang 7 tahun.
Dan tanpa seorang momongan pun... dia menyelami segala macam dunia yang dirasanya dapat mengobatinya dari segala sakit yang dirasakannya...

saat aku menikah mei yang lalu, dia belum bicara serius tentang pengganti istri-nya, dia hanya meminta padaku, agar didoakan yang terbaik untuknya.
dan saat lebaran idul fitri berlalu, dia kembali datang... dan mengutarakan rasa hatinya... dia ingin sekali lagi, membina keluarga yang diimpikan semua orang... yang diinginkan semua manusia dari setiap mereka yang memiliki hati dan cinta.

dan Allah SWT mendengar yang menjadi harap pinta hamba-Nya.

sebuah perkenalan sederhana, sebuah proses yang lebih cepat dari yang pernah kualami...
dan hari indah itu telah ditetapkan...

Menjelang semua kesibukan itu kembali dimulai....
>>
sekalipun kami bukan tuan rumah yang empunya acara, tapi kami akan tetap jadi tuan rumah bagi saudara-daudara yang akan datang dari jakarta, medan dan mungkin juga tanjung pinang... demi mendoakan kebahagiaan anak bungsu yang satu itu...

kembali kepada keyakinan yang sebenarnya...
>>
tidak lebih dari 5 hari setelah kepulangan papa dari ibadah di Tanah Suci - Makkah Al Mukarramah-, semua saudara akan sudah berkumpul lagi... masih di tahun yang sama dengan pernikahanku.... dan menanamkan keyakinan, ini adalah yang terbaik bagi kami semua...

jangan pernah ragu-ragu dalam mengambil keputusan!
>>
Apa om-ku yang satu itu akan membaca tulisan ini? bisa termehek-mehek dia nanti... biar saja lah dia tidak membacanya...
doa ku untuknya dan sang calon istri-nya... semoga kebaikan dan segala kebaikan menjadi bagian dari kehidupan mereka yang berikutnya...

karena kebijakan yang benar adalah saat kamu meyakininya dengan hati.
>>
Dan inilah...
Sebuah perjalan yang baru
perjalanan hati seorang yang aku sayang...
dengan tulus...
karena dia juga sangat menyayangiku...

dan semoga restu dan doa dari semua... mengantarkan mereka pada kebahagiaan karena keyakinan mereka sendiri, dapat membangun keluarga yang Sakinah Mawaddah dan di Rahmati Allah SWT.

-phy-
to lovely uncle.
Malang, 4 Desember 2009
Morning 8:00 am


Saturday, November 21, 2009

[LOMBA SERU] MENJADI PENULIS HEBAT?



MENJADI SEORANG YANG MEREKA BILANG HEBAT

Untuk lomba : (tetap ditulis dengan jujur dan dari hati yang tulus)
SAYA INGIN MENJADI PENULIS HEBAT.

Sabtu, 21 November 2009 – 13.05 wib

Hari ini tidak terlalu cerah, tidak terlalu mendung. Tapi rasanya sebentar lagi akan segera turun hujan. Kegiatan dan aktifitas diluar rumah akan sangat tidak didukung ketika hujan turun, kecuali salah satu dari kita adalah ojek payung, seseorang yang menyewakan payung bagi mereka yang tidak membawa payung saat hujan turun.

Pagi ini setelah memeriksa halaman facebook, main game sebentar, dan kemudian memeriksa beberapa halaman blog yang saya miliki, saya menemukan satu judul yang menantang saya, “SAYA INGIN MENJADI PENULIS HEBAT”. Dan jujur, itu membuat saya tertarik.

Setelah lebih dari tiga tahun berkutat dengan dunia blog, mengumpulkan teman-teman yang kiranya menarik ataupun tertarik di dunia penulisan, saya memang kesengsem dengan salah satu blog milik seseorang yang bernama JONRU. Nama yang singkat sekaligus unik bagi saya. Dan posting kali ini masih tentang karya beliau yang berkenaan dengan PENULIS HEBAT.

Saya tidak perlu berfikir dua kali untuk kemudian mengikuti segala hal yang menjadi aturan dari lomba yang di promosikan tersebut. Oh, ya. Saya lupa, penulishebat-dot-com mengadakan lomba penulisan yang bersifat bebas. Jadi, seakan-akan saya terhipnotis, saya langsung memutuskan untuk mengikutinya. Dalam artian, saya selalu merasa tertantang jika ada lomba penulisan semacam ini. Dan mungkin, motifasi saya selalu saja terbangun ketika mendapatkan tantangan, semacam lomba ini.

Setelah membaca syarat-syarat dan aturan lomba-nya, saya menyalakan komputer dan berpindah dari laptop ke “halaman kerja” saya. Pasti Pak Jonru bertanya, kenapa saya berpindah dari laptop ke komputer kerja (pc) saya. Ada satu alasan yang kadang tidak perlu diperdebatkan, “saya selalu merasa nyaman, menulis tanpa menghadap internet, daripada saat ada facebook dihadapan.” Dan memang komputer saya tidak dilengkapi dengan fasilitas modem, agar saya bisa selalu ber-konsentarsi dalam menyelesaikan pekerjaan saya. Sering kali saya melalaikan pekerjaan saya ketika menghadapi internet, dan itu menyebabkan banyak tulisan-tulisan saya tidak kunjung selesai.

Belum lagi ganguan dari luar, teriakan mama, rengekan adik, atau juga ajakan teman-teman untuk chating. That were be the bad thing that I must to face every time. Sehinga, komputer tanpa modem, dan headphone yang menutup dua telinga saya adalah teman baik untuk bisa membantu saya menyelesaikan banyak pekerjaan dengan segera.


Sabtu, 21 November 2009 – 15.45 wib

Yang tadi terputus, karena mama minta ditemani belanja. Jadi saya lanjutkan saja paparannya, tentang PENULIS HEBAT yang dimaksud Pak Jonru dalam e-book-nya, yang harusnya saya baca dulu sebelum menulis lengkap untuk lomba ini.

Di bagian satu, adalah; Prolog. Tentang bakat, tentang bukunya, tentang penulis, tentang penulis hebat. Dari sekian banyak buku penulisan yang saya selalu beli, dari beragam judul yang saya habiskan (membacanya) sebagai motifasi dan racun penyemangat untuk terus menulis, saya selalu patah arang. Bukan tanpa alasan, segala hal tentang penulisan yang sudah saya pelajari (serius dan khusus) sejak SMA, seakan-akan tidak didukung dengan beragam penjelasan yang ada di dalam buku-buku yang pernah saya baca sebelumnya. Sampai halaman 14 e-book-nya Pak Jonru, saya terketuk.

“Sementara bila sudah memiliki soft skill yang sangat baik, maka Anda sudah layak disebut penulis hebat, walau belum ada satu orang pun di dunia ini yang mengakui eksistensi Anda sebagai penulis.” Dari paragraf ini, saya menyadari dimana kesalahan saya bermula, hingga eksistensi yang pernah saya bangun dulu, pupus.

Jawaban semua-nya tentang orang hebat dalam e-book perkenalan ini, benar. Dan kebenaran itu bukan sekedar kata-kata saja. Pengalaman telah banyak menjelaskan pada saya, tapi tetap saja ketika berhadapan dengan sesuatu yang mematahkan impian saya, saya berhenti menulis (meski paling lama sekitar tiga bulan).

Sampai pada bagian Mindset yang berusaha dipaparkan Pak Jonru, saya menjadi bingung harus menuliskan apa lagi. Ketika beranjak semakin dewasa, dengan beragam pengharapan, impian, dan target yang tinggi dan semakin tinggi setiap harinya. Pada kenyataannya, saya memang semakin sulit untuk menghasilkan tulisan seperti yang pernah saya lakukan dulu.

Dulu, dulu sekali. Rasanya sudah lama sekali. Saya pernah menulis, dengan kebebasan, tanpa takut mengambil resiko, di-kritik pedas oleh teman-teman saya yang menjadi pembaca setia, kalah lomba, atau bahkan tulisan ditolak penerbit. Karena sekarang, saya punya impian yang “dewasa”, penuh perhitungan, dan sarat kekhawatiran.

Dan itu bermula sejak tulisan-tulisan saya mulai ditolak mentah-mentah oleh penerbit-penerbit. Satu-satu… dan akhirnya hampir empat tahun ini, saya hanya menulis untuk diri saya sendiri, tanpa pernah lagi menunjukkan pada mereka-mereka tulisan-tulisan saya yang mulai tumbuh dan berkembang (menurut saya).

Dan sayang-nya saya hanya membaca e-book perkenalan ini, belum lengkap. Sehingga penawaran dari lomba menulis ini cukup memikat hati saya.

Saya sangat ingin mewujudkan cita-cita saya yang pernah bertunas dulu. Menjadi seorang penulis hebat dan sukses, yang mampu membangun impian dan motifasi bagi setiap pembacanya, yang mampu merangkai setiap kata penuh manfaat untuk semuanya. Saya ingin menjadi seorang penulis dengan kekuatan hati, tetap menulis walaupun terus dan selalu saja ditolak, karena ketidak-sempurnaan yang saya miliki. Karena itu, mungkin seharusnya saya, memperbaiki mental dan hati saya terlebih dahulu.


Masih di hari Sabtu, 21 November 2009 – 18.20 wib

Seusai shalat magrib, saya mencoba memikirkan lagi, apa cerita saya tentang penulis hebat, yang sebenarnya saya ingin ceritakan pada semua yang membaca tulisan ini. Satu permisalan yang kemudian terlintas dalam benak saya, “Saya dan menulis, seperti gula yang dilarutkan dalam air.”

Berlebihankah? Rasanya tidak. Karena jika sudah mulai menulis, saya sering kali lupa, berapa banyak tugas dan pekerjaan lainnya yang terabaikan. Dan karena itu, saya selalu berusaha memilih waktu yang tepat untuk menulis dan menghasilkan tulisan dengan hasil yang baik. Dan sering kali waktu tepat itu adalah sesudah shalat maghrib atau isya’, hingga kadang larut malam.

Di masa saya menulis dengan sangat produktif, dalam satu hari saya bisa menghasilkan dua atau tiga cerpen (cerita pendek) dengan standar penulisan majalah (sekitar 8 halaman A4, dobel spasi). Dan tulisan-tulisan itu masih saya kerjakan dengan bulpoin di atas kertas folio bergaris, lalu akan saya ketik di akhir minggu, dan mengirimkannya ke beberapa majalah di minggu berikutnya.

Masa-masa itu adalah masa yang tidak akan saya lupakan, mengabaikan fisika dan matematika hanya demi cerpen? Mungkin tidak akan dilakukan oleh orang hebat, tapi saya belum pernah menjadi hebat atau bahkan dianggap hebat. Saya selalu saja larut dalam kesenangan menulis, sampai melupakan kewajiban yang harusnya saya selesaikan saat itu.

Dan dengan tidak peduli, kadang saya sodorkan saja pada teman-teman saya untuk mereka beri nilai, penilaiannya dari 3 sampai 6. tiga untuk cerita yang tidak berkesan dan tidak berguna, hanya sekedara basa-basi, dan nilai maksimal 6 untuk cerita yang bisa dimengerti dengan mudah dan memiliki nilai kesan yang mengena bagi lima orang pembaca pertama.

Masa-masa itu berlalu dengan cepat, sampai kemudian saya mulai memasang target “menghasilkan karya”. Bukan tanpa alasan, dalam satu tahun, dua cerpen dimuat di majalah, dan puluhan lainnya ditolak, karena tidak sesuai dengan nilai pasar, membuat saya bertanya-tanya, apa yang kurang dari tulisan saya, hingga karya saya selalu saja di-anggap tidak sesuai dengan nilai pasar.

Memasuki masa-masa krisis ide, kemudian ada keinginan hadir untuk menulis sesuatu yang berbeda.
Sebuah karya dengan judul BIRU, menjadi satu yang paling membuat saya bahagia. Bukan tanpa sebab, tapi jelasnya, tulisan ini benar-benar telah menunjukkan perubahan saya yang paling mendasar, saya tidak lagi cukup puas hanya menulis cerpen di majalah. Saya ingin punya karya besar seperti yang penulis-penulis hebat lain hasilkan.

Sehingga saya melakukan banyak cara untuk bisa membuat tulisan ini dibaca oleh mereka yang tidak lagi sekedar teman biasa. Mulai dari teman-teman main adik saya, sampai beberapa kenalan diluar lingkaran studi saya. Dan pertanyaan kepada mereka selalu sama, “Apa yang membuat kamu mau membaca tulisan ini?”

Saya tidak bisa menjelaskan jawaban mereka, hanya saja saya menyimpulkan, bahwa tulisan yang saya hasilkan, seperti hal-nya BIRU, adalah bacaan yang memang tidak semua orang mau membacanya.

Salah seorang penulis ternama yang pernah saya sodori tulisan saya menyatakan, “menulislah sesuatu dengan bahasa kekinian, kalau mau pasar menerimanya.” Dan perasaan terpukul itu, telak, saat kemudian beberapa penerbit yang saya kirimi review BIRU lewat e-mail menyatakan, tidak seseuai dengan keinginan pasar saat ini.

Dan berhenti menulis, mungkin jadi pilihan saya yang bijak, alasan utama kalau ada teman dekat yang bertanya, saya harus menyelesaikan studi saya. Kemudian alasan itu berkembang menjadi, titel studi saya tidak berhubungan sama sekali dengan cerpen atau novel. Hingga hari ini, saya hanya menulis di blog, notes facebook, atau bahkan tidak menyodorkannya pada orang lain. Sekalipun saya masih menyimpan beberapa karya lagi, yang sangat ingin saya jadikan sebuah script film.

Di lain halaman. Kalau saya harus mendeskripsikan tentang penulis hebat, saya akan sebut nama WS Rendra, Taufik Ismail, atau D. Zawawi Imron. Kenapa harus mereka? Karena mereka tidak pernah berhenti, sekalipun usia yang mematri mereka. Hanya berbekal pena dan kertas, mereka tetap menuangkan karyanya. Tidak peduli dibaca oleh siapa, tidak juga memaksakan harus diterbitkan oleh media mana. Karena beliau-beliau yang selalu membangunkan lelap tidur semangat dan keinginan saya.

Apakah Pak Jonru akan bertanya pada saya, “Kenapa harus beliau-beliau itu, yang saya anggap HEBAT?” Ada jawabannya, bukan sekadar jawaban, kenapa harus mereka, tapi terlebih karena saya memulai tulisan saya dengan bait-bait sederhana, paragraf-paragraf ringkas, dan bahasa-bahasa permisalan yang memaksa seseorang berfikir.

Saya gak peduli, yang pasti saya sangat ingin seperti mereka. Dan sekarang, untuk kembali membangunkan lelap tidur semangat dan keinginan saya dalam menulis, ada sebuah buku yang rasanya harus saya selesaikan membacanya. CARA DAHSYAT MENJADI PENULIS HEBAT.

Rasanya, sekalipun yang lain bertanya, saya pernah menulis apa? Boleh saja di cek di sini. Tapi kalau masih juga tidak percaya kalau saya rajin menulis dan tidak pernah berhenti menulis boleh diperiksa di sini.

The last but not the end.

Tentang; CARA DAHSYAT MENJADI PENULIS HEBAT

Sebuah buku yang saat ini hanya berformat e-book, karya Pak Jonru. Dan kalaupun salah satu dari kalian ada yang berusaha menemukannya di toko buku, maaf, belum ada. Tapi untuk sebuah e-book, ada beberapa penawaran yang bisa didapatkan pembelinya secara langsung (tidak seperti membelui buku versi cetak di toko buku).

Seperti yang saya baca hari ini, sebuah e-book CARA DAHSYAT MENJADI PENULIS HEBAT, yang sangat ingin saya miliki saat ini, seharga Rp. 49.500,- pembelinya akan mendapatkan voucher diskon dari SEKOLAH MENULIS ONLINE (SMO) yang dikelola oleh Pak Jonru, sebesar Rp. 200.000,-.

Ada yang mau membelikan buat saya? Apa lagi buat yang mau belajar menulis, voucher diskon ini termasuk yang besar, yang pernah diberikan SMO. Dan masih banyak penawaran lain yang cukup menggiurkan untuk mereka yang kata Pak Jonru dalam perkenalannya, “Untuk Penulis yang punya PENYAKIT minderan, kurang motivasi, gampang menyerah, bingung harus menulis apa,….”

Selain itu, penawaran diatas hanya akan ada selama buku tersebut masih dalam versi e-book. Dan kalau sudah keluar dalam versi cetak, maka usailah penawaran-penawaran yang ada.

Tentang; LOMBA MENULIS “SAYA INGIN JADI PENULIS HEBAT”

Kalau setelah membaca tulisan saya diatas, masih juga penasaran, seperti apa sesuatu hal yang membuat seseorang seperti saya masih ingin terus belajar…

Boleh cek di halaman-halaman ini: ICE CREAM, CHOCOLATE, atau YOGURT STROWBERRY. Saya tidak tahu bagaimana lagi cara membuat tulisan ini menarik, lebih menarik dari Salah satu menu favorit saya saat sedang berusaha menyelesaikan tulisan yang saya harap bisa jadi yang memuaskan pembacanya nanti.

Mungkin itu dulu teman, karena sudah cukup banyak kata tertuang disini. Tulisan yang bukan curhat, bukan promosi, bukan juga gombalan basi a.k.a. picisan. Semoga saya bisa membangun motifasi saya kembali disini, dan ikut juga memotifasi teman-teman yang menulis dan ingin menjadi penulis hebat. Menjadi yang hebat tidak saja menurut mereka tetapi juga hebat bagi dunia.

Salam hangat penuh perjuangan
Shafiyyah Ulfah (ephy / -phy-)

Malang, Hujan deras
Sabtu, 21 November 2009
20.15 wib



Sunday, November 01, 2009

[notes] Kisah Sepasang Kaki


Hari ini, ada sesuatu yang terlintas dalam otakku. Tentang sepasang kaki-ku yang telah kugunakan sepanjang hidupku. Dan kurasakan manfaat dari sepasang kaki pemberian-Nya ini.
Sekalipun bukan kaki yang indah, tapi manfaat kedua kaki ini sangat terasa... dan meskipun tidak selalu dalam kondisi yang terbaik, kaki-kaki ini tetap saja setia dan bersabar untukku.
Lalu aku teringat tentang hatiku yang selalu saja menangis, saat aku merasa tidak senang, tidak puas, menyesal, ataupun marah. Dan aku menjadi bertanya dalam hati, "kenapa aku tak bisa seperti sepasang kaki-ku ini?"

Keseimbangan yang mereka bangun, membuatku bisa selalu berdiri tegak.
Jika salah satu lelah, yang lain bisa jadi penopang, sementara yang lelah beristirahat.
Dan jika terluka, mereka tidak akan putus asa dan menyerah begitu saja... mereka berusaha untuk tetap bisa menjadi berarti sekalipun tidak digunakan sementara.

Dan kemudian aku tersenyum dalam hati... seraya berujar pada diri...

Hidup ini memang bukan sesuatu yang mudah...
Hidup ini adalah satu ruang, dimana kita diberi kesempatan untuk berusaha
Dimana kita diberi waktu untuk berbuat sebaik-baiknya, amal ibadah, dan segalanya
Hidup bukan sesuatu yang untuk selalu dikeluhkan
Karena dengan mengeluh, dia akan menjadi lemah, dan kemudian merasa tidak berarti hinga tidak mau lagi berusaha

Sesaat tadi aku memijati kakiku yang lelah, karena kuajak jalan seharian...
Bukan jalan kaki...
Tapi berjalan-jalan dengan beragam aktifitas satu hari ini...
lalu aku mengucap syukur yang begitu dalam...
Karena kaki-kaki ini tidak pernah mengeluh padaku, tidak juga unjuk rasa dan melakukan aksi mogok karena kadang aku mengabaikan lelah mereka...

Hari ini sekali lagi.. aku ingin berterima kasih kepada kedua kakiku
Sepasang kaki pemberian-Nya yang sangat bermanfaat...
Semoga, mereka akan terus berada di sini bersamaku hingga akhir waktuku nanti...

gambar dari sini

malang, malam yang melelahkan..
1 November 2009
19:50 wib

Friday, October 16, 2009

Sebuah Detail Pertemanan

Hari ini aku ingin menulis sesuatu yang berbeda... sebelum beberapa hari kedepan aku mau traveling... jadinya.. ku puas-puas kan dulu menulis dalam dua hari ini.
(16 okt 09)


(reunian)

Ada beberapa hal yang mengagumkan dari kehidupan yang sudah kulampaui beberapa tahun ini. Khusus-nya beberapa tahun terakhir... dalam kurun 6 tahun... ada banyak hal di sisi dunia yang membuatku selalu berusaha menghargai pertemanan yang aku miliki.
Bukan sekedar pertemanan via fs, fb, ym, atau sms...
ini benar-benar pertemanan yang kadang, sering membuatku geleng-geleng kepala, garuk-garuk pipi, atau bahkan tersenyum dan menangis sendiri.

Your Best Friend is Your Soulmate
or

Your Soulmate is Your Best Friend


???

kemarin pertanyaan itu melintas di kepala-ku... dalam benak, aku berjanji men'deskripsikan pendapatku hari ini disini.

ada beberapa orang special... aku gak bisa bilang mereka soulmate aku...
tapi yang pasti... mereka teman-teman baikku yang gak mungkin ditukar dengan harga berapapun...

di daftar nomer 1, ada Nisa'
Sekian juta dan milyar manusia di dunia memakai nama itu, tapi yang satu ini memulai pertemanannya denganku saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
sampai hari ini buatku, Nisa' adalah kakak sekaligus adik... kakak.. karena perhatiannya, adik, karena kadang dia bersikap ingin dimanja... entah dia merasa atau tidak.
Nona calon dokter ini (insya Allah 2010 udah dokter), adalah satu yang memiliki catatan pertemanan paling panjang denganku... dan sekalipun kami akhir-akhir ini jarang bertemu (karena kesibukannya) tapi kami punya ikatan batin yang kuat... terutama tentang rasa kangen...

di daftar nomer 2, ada Deena
Nona (calon Nyonya, segera) ini, adalah teman yang ter-unik... bukan karena alasan pertemanan kami. tapi lebih karena aku punya alasan yang kuat untuk berteman dengannya... Karena, ayahnya pernah menitipkannya padaku... (huahahahaaa -tertawa-)
Sekalipun sering kali kami selisih paham, dan beda pandangan tentang berjuta hal yang kami hadapi bersamaan, aku tetap ingin selalu berteman dengan Deena. karena Deena selalu bisa memberiku inspirasi, "menjawab tantangan dunia".
Apapun itu... pertemanan kami yang sejak kelas 6 SD, adalah rekor... (karena kami gak pernah musuhan!)

di daftar berikutnya, ada Putri
huahahhaaa......
berjuta nama Putri, yang satu ini manusianya benar-benar membuatku selalu ingin tersenyum... dia hampir tidak pernah mengeluh... dia selalu positif dalam bersikap, dan keberaniannya menantang dirinya... aku salut.
sekalinya yang akan membuatku selalu tersenyum saat mengingatnya adalah "green tea" sebuah boneka kodok berwarna hijau lemon, yang menjadi hadiah darinya saat aku ulang tahun...
yang dia bertanya saat akan memberikannya padaku...
"fi, aku gak tau pantes gak ya ngasi kado kamu itu..."
saat ini, pertemanan kami yang selalu "long distance" sudah berjalan lebih separo usiaku hari ini... dan dia tetap teman yang paling mengesankan...

yang setelah itu, ada Nay a.k.a. Yana
Sulung dari 4 bersaudara ini, adalah gadis tanggung yang sangat jangkung. berawal dari iseng-iseng ngajakin adik kelas kenalan, belajar bareng, main basket bareng... sampai akhirnya kami merasa... atau lebih tepatnya... aku merasa... dia memang menyenangkan.
Nay, yang hari ini berulang tahun... adalah satu yang sangat special. bukan hanya karena dia selalu memanggilku dengan sebutan yang berubah-ubah... tapi juga karena dia adalah seseorang yang selalu berusaha konsisten dan serius dengan pilihannya.
Kuliah S1-nya lebih cepat dari aku, dan saat ini sedang kuliah lagi... cita-cita nya keliling dunia dan menjadi orang hebat... membuatku selalu ingin menyemangati dia...
Semoga tercapai semua mimpimu, Nay.

yang setelah itu, aku punya Fara
kenapa aku bilang aku punya? karena waktu aku memulai pertemananku dengan Fara, aku sedang dalam masa-masa tidak punya teman. terutama teman yang mau mendengarkan isi otakku yang selalu saja berperang di malam-malam sepi.
Fara adalah sosok kakak, ibu, adik, dan sahabat yang bisa mengerti banyak hal.
Fara gak pernah bicara dengan bahasa yang merendahkan, tidak pernah meninggikan dirinya... sekalipun dia sudah melangkah hingga ke kaki langit.
Sampai beberapa saat sebelum aku menikah, Fara adalah motifator yang sangat hebat. dan kekagumanku padanya adalah karena ketetapan hatinya yang benar-benar berada dalam koridor iman dan islam.
Saat ini, Fara sedang menjalani masa pendidikan S2 di Saudi. entah kapan dia bisa bertemu denganku lagi... oh, ya... dari semua nama sebelumnya, Fara yang sudah menjadi Nyonya... dengan seorang lelaki muda berdarah Bosnia. :)

Detail-detail pertemanan yang mengagumkan itu, sampai hari ini... membuatku selalu mempertahankan, dan terus berusaha menjaga pertemanan dengan siapa saja...
Sampai akhirnya kemarin, satu acara sukses yang kupersembahkan untuk setiap detail pertemanan yang mengagumkan dari berlapis generasi...

(lulusan 97)

Berawal dari rasa iseng, penasaran, dan kangen yang bercampur-campur...
akhirnya aku mencoba mengumpulkan mereka yang memang juga merasakan hal yang sama... merindukan detail-detail pertemanan yang pernah ada dulu...
pertemanan waktu kami masih sama-sama anak ingusan... duduk di kelas berebutan...
bermain dan bercanda sampai bertangis-tangisan saat kelulusan...


(mereka yang bantu-bantu beberes setelah acara)

aku menemukan teman-temanku yang dulu selalu membuatku sebel... sampai yang selalu membuatku penasaran... kelak akan seperti apa mereka nantinya...

akhirnya, kami melakukannya... berkumpul lagi, sekalipun masih banyak yang tidak hadir... tapi diantara kami ada rasa saling bersyukur... sekalipun wajah lupa, nama lupa... saat bertemu lagi... kami masih bisa saling tertawa... saling cerita... dan berfoto bersama...

(pose-pose yang gak nguatin... makasih udah mau bantu-bantu)

ada jeda setelahnya... tapi entah kenapa, aku percaya... ada detail-detail yang mereka gak tau.. tapi aku percaya... dan sadar... dan ingin mereka tau... setiap langkah awal yang baik...akan mendatangkan banyak hal baik berikutnya...

amiin...

Akhirnya sampai di akhir bagian ini, sebuah pertemuan... kadang harus disela dengan perpisahan sementara...

(penutupan dari satu pembukaan... entah kapan dimulai dan diakhirinya)

Semoga kita segera bertemu lagi teman...

-phy-
Malang, pagi indah 16 Oktober 2009
7:55 a.m.

Thursday, October 15, 2009

Modernisasi (bahasa baru)

Ada beberapa hal yang ingin aku tuliskan dalam satu judul utama di atas.
MODERNISASI
mungkin yang lain akan bertanya, kenapa judul utamanya itu...
salah satu isinya adalah...

Pemilihan Puteri Indonesia, Nangroe Aceh Dasrussalaam, dan antara Keyakinanku dan Miss Universe

Hari ini cukup cerah (14 okt 09), daripada kemarin-kemarin terutama sejak gempa bumi meluluh-lantakkan Padang dan sekitarnya. Dan bukan hanya karena hari ini cerah, aku memilih judul diatas. Karena hal itu sudah ada sejak hari jum'at yang berlalu -saat PPI dihelat-.

Dari 38 Calon Puteri yang cantik, aku terpaku pada satu wajah cantik seorang gadis dengan selempang bertuliskan Nangroe Aceh Darussalaam, saat acara dimulai. tidak seperti beberapa tahun lalu, gadis-gadis dengan selempang itu akan mengenakan kerudung rapi, yang kali ini...
dia berkulit kuning langsat, dengan rambut hitam panjang tergerai indah di pundaknya, satu nama saja ku ingat. QORY.
Saat memasuki seleksi 10 besar, dia ada di daftar pertama
Saat memasuki seleksi 5 besar, aku segera terlelap, dalam hatiku berdoa...
"sekalipun dia yang menang, jangan pernah biarkan sang puteri pergi ke Miss Universe"

Ada banyak hal terlintas di dalam mimpiku malam itu... salah satunya, bagaimana akhirnya seorang gadis merobek pakaiannya, menanggalkannya... dan dia tak lagi peduli bagaimana keluarganya berusaha menjaga dirinya dan menanamkannya satu keyakinan, yang mungkin sama dengan keyakinanku...

"Ke-indahanmu, adalah saat kamu menutup auratmu. menjaga kehormatanmu dari pandangan mata-mata dunia."

"Kehormatanmu, adalah budaya bangsamu, tuntunan agamamu, dan ketika kamu menjaganya dengan tidak membuka yang menjadi rahasia dan keindahan dirimu bagi mereka yang tidak berhak atas kamu."

aku tersadar, dan salah satu bacaan wajib pagi hariku.. benar-benar memasang wajah cantik itu dihalaman depan.
namun seketika aku sadar, aura kecantikan, saat gadis itu masih memakai pakaian tertutup pada seleksi 10 besar, HILANG


Hari ini ada yang lain yang terlintas dalam benakku, saat aku melewati pagi dengan kesibukan yang berbeda...

S
esuatu yang aku pikir ini normal... pertanyaan besar bagaimana tentang menata dan mengatur waktu, saat seorang perempuan telah menikah, berkeluarga dan memiliki anak-anak...
"Selayaknyakah dia bekerja?"
aku menghabiskan banyak waktuku dirumah, sekedar menulis atau membaca... dan lebih banyak waktuku untuk membuka dunia lewat media massa.
tapi akankah tetap sama, saat nanti aku sudah menggendong anakku, dan mereka akan membuatku lebih sibuk dari yang hari ini?

Alhamdulillah, sahabatku yang sakit (karena kecelakaan) kemarin sudah pulih lagi... dia adalah seorang calon dokter, dan kesibukannya kadang membuatku tak habis pikir...
dan dalam hati kadang pertanyaan yang sama melintas, "bagaimana kelak jika dia berkeluarga nanti?"

Dalam pembahasan tentang moderenisasi diatas, ada banyak bahasa baru yang aku tidak atau lebih tepatnya belum mengerti.
tentang bagaimana menjadi ibu yang baik?
tentang apakah seorang ibu itu memang lebih baik dirumah?
atau, sekedar hal yang sederhana...
mau masak apa hari ini untuk anak-anakku nanti...
Imbas dari modernisasi adalah "pemanfaatan orang lain, untuk menyelesaikan kebutuhan ruamh tangga"
tapi semoga itu tidak terjadi padaku...

Ada banyak hal baru yang bisa kita bicarakan...
ada banyak hal kecil yang sering terabaikan...
semoga ada penyelesaian untuk setiap masalah kita..

(hari ini aku menambahkan link baru milik temanku yang juga dokter...)

malang, segar ceria pagi hari
15 oktober 2009
9:33 a.m.

Sunday, September 27, 2009

Dan Ketika Allah Mengujiku dengan Air Mata

Dan ketika kebahagiaan bercampur dalam gelas keharuan
Kata-kata tertuang mengukir benak meradang
Bukan sekadar apa yang tak bisa disampaikan lisan
Tapi sedalamnya ini jujur tentang perasaan

Allah menyampaikan dalam ayat-Nya
Dengan inti
"tak akan ada yang membuatmu jatuh, tersungkur, tenggelam dan tak bisa bangkit lagi. yang ada adalah, kamu harus berusaha jauh lebih baik, dari apa yang telah kamu usahakan sebelum kamu jatuh dan tersungkur."

Dan Allah Mengujiku dengan air mata,
Teguran keras yang aku terima
Membuatku menitikkan air mata

Aku kemudian berdoa, seraya meraih jemari terluka itu...
"Ya Rabb, air mata ini adalah bukti, bahwa kami lemah. Kami yang tak akan mampu hidup tanpa hadiah nyawa dari-Mu, kami yang hanya daging penuh dosa tanpa hidayah dari-Mu. Karena itu Ya Allah, jangan uji kami dengan air mata yang melemahkan iman kami, jangan jadikan kami manusia yang lupa dan lalai atas segala nikmat dari-Mu. Karena Ya Allah, air mata yang kami punya, harusnya air mata bentuk syukur kami, bentuk pasrah kami, bentuk ikhlas kami, atas semua yang Engkau berikan dalam hidup kami."

dan satu yang akan kujadikan penutup disini... adalah satu nyata
Allah telah menguji imanku, dengan kondisi sahabat terbaikku yang terbaring lemah usai mengalami kecelakaan hari Kamis lalu (24 September 2009, pagi).
dan doa itu hadir saat aku menemukannya terlihat sangat sulit memahami kondisinya sendiri. dan semoga Allah menjadikan cobaan ini sebagai penebal iman kami, dan semoga tidak akan ada yang menjadikan cobaan ini sebagai penghancur ketabahan kami.

Dan ketika Allah Mengujiku dengan air mata, aku tersenyum dan bersyukur... Dia masih memberikan kesempatan kedua dengan tidak mengambil nyawa ini dari jasad hidup ini...


malang, malam jam 10
Ahad, 8 Syawal 1430 H
27 September 2009 M

Saturday, September 12, 2009

[REUNI] TIKET, ACARA, MAKAN SIANG

bismillahirrahmanirrahiim....
semoga ini bisa jadi posting berita yang baik...


sekali lagi kepada teman-teman yang sudah positif untuk datang, dimohon membayarkan tiketnya dengan segera...

karena minimum anggaran pemasukan...
dan "ditarget" sama beberapa pihak..
panitia sedikit agak kelimpungan nih....

plis.... dibayar sebelum tanggal 15 september..
bisa lewat transfer, atau di kordinator angkatan/ kordinator tiket masing2 base.



untuk acara, sudah di clear-kan oleh tim pelaksana...

maaf beribu maaf...
kami gak bisa nyiapin alat band. karena -sekali lagi- minimum nya pemasukan dan "ditarget" oleh beberapa pihak yang ternyata "sangat minta diperhatikan".

jadi kami cuma menyediakan electone (keyboard) dan sound system... lengkap plus PAK ZEN & PAK DEDY yang insya Allah mau mengiringi acara...


seluruh rangkaian acara akan dimulai tepat pukul 10.00 wib (waktu orang ber-iman a.k.a ONTIME) jadi monggo datang pagi2...
(open door jam 08.30 - pengisian database alumni n her-reg)


dimulai dengan opening ceremony... bersama guru2 dan mantan guru2...

lalu SHALAT DHUHUR BERJAMAAH (yang cewek2 monggo bawa mukenah) lalu acara di move ke MAKAN SIANG bersama...
yang dimana ada acara pendamping, iringan musik, salam-salam, curhat2...
temu kangen lah yang pasti....


seluruh acara off pukul 15.00

dan sisa waktu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan foto bersama....




hm.. sekian dulu.... update beritanya....
makasih buat yang udah bayar tiketnya

dan udah menyisihkan sedikit lebihnya untuk donasi...

karena tanpa kalian semua, acara ini juga gak bakalan berarti apa-apa





dengan sungguh...

dari hati yang terdalam..


efi 'co tim pelaksana

Wednesday, September 02, 2009

[REUNI] tiket check-out : 650

Thursday, August 27, 2009

[REUNI] POSTER - ticketing

Poster ini akan ada di tempat-tempat penjualan tiket.....
beli tiketnya ya....

jangan lupa diisi daftar pembelian tiketnya.....

ok...

sampai jumpa di reuni