ada satu waktu dimana aku ingin menceritakan suatu hal tentang masa-masa menanti yang cukup panjang...
masa menanti sosok pemimpin yang aku idam-idamkan...
satu garis waktu yang paling panjang...
menanti seorang lelaki.
Bismillahirrahmanirrahiim... Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Basmalah... Bismillahirrahmanirrahiim
Hope Allah always beside on me, beside on us... and blessing all we do. Because without Allah, we are nothing.
Start everything in the name of Allah.
Start everything in the name of Allah.
Kunjungan
Akhirnya mendapatkan petunjuk, untuk menjadikan halaman ini sebagai ruang belajar baru antara aku dan anakku. antara Shafiyyah dan Saffanah. mari kita coba -23042013-
Blogger Indonesia
Showing posts with label perempuan cantik. Show all posts
Showing posts with label perempuan cantik. Show all posts
Friday, April 11, 2014
Monday, January 27, 2014
[ephy] Kabar Buruk - semi permanen
Kabar Buruk adalah suatu hal yang tidak bisa kita tolak.
walau kadang kita juga sering lupa, kabar buruk bisa jadi teguran pada kita...
untuk lebih bersabar, dan lebih banyak bersyukur.
apa kabar emak-emak di jagad per-blogger-an hari ini?
ini adalah tulisan sedih saya kali ini, dibarengai kabar buruk karena saya gak lolos seleksi 50 besar Srikandi Blogger 2014 (SB2014), dan sakit yang membuat saya akhirnya harus menyimpan cemburu selama tiga hari karena harus terkapar dan K.O. di atas tempat tidur...
tunggu...
jangan di kira saya lagi ngamuk-ngamuk, ya...
walau kadang kita juga sering lupa, kabar buruk bisa jadi teguran pada kita...
untuk lebih bersabar, dan lebih banyak bersyukur.
apa kabar emak-emak di jagad per-blogger-an hari ini?
ini adalah tulisan sedih saya kali ini, dibarengai kabar buruk karena saya gak lolos seleksi 50 besar Srikandi Blogger 2014 (SB2014), dan sakit yang membuat saya akhirnya harus menyimpan cemburu selama tiga hari karena harus terkapar dan K.O. di atas tempat tidur...
tunggu...
jangan di kira saya lagi ngamuk-ngamuk, ya...
Label:
aku,
kritik,
perempuan cantik,
perempuan dewasa
Saturday, January 18, 2014
[ephy] #KEBdiMataku - dari seorang yang baru
Ini adalah cerita dimana, saat malam gelap dan mata sulit terpejam karena otak terus saja bercerita…
Lalu saya menuliskannya….
--
Thursday, December 26, 2013
[ephy] Mengagumimu dengan caraku
pagi-pagi, liburan?
sibuk apa?
saya sedang download Konser Harmoni My Agnezmo yang saya lewatkan kemarin...
sibuk apa?
saya sedang download Konser Harmoni My Agnezmo yang saya lewatkan kemarin...
Wednesday, December 25, 2013
[ephy] Terlalu Cepat Lady
ini adalah sebuah catatan sederhana, ini suatu yang sangat mudah untuk dicerna dan dipahami. apa adanya.
untuk Lady.
sudah cukup lama aku tidak menyebut namamu dalam catatan-catatanku. tapi diakhir tahun ini aku ingin meminta maaf, walau mungkin mereka bilang tidak perlu, tapi yang pasti aku merasa ada yang perlu diperbaiki disini.
untuk Lady.
sudah cukup lama aku tidak menyebut namamu dalam catatan-catatanku. tapi diakhir tahun ini aku ingin meminta maaf, walau mungkin mereka bilang tidak perlu, tapi yang pasti aku merasa ada yang perlu diperbaiki disini.
Friday, December 20, 2013
[ephy] Buku dan Buku
JUST WRITE IT.
Rasanya senang sekali sudah dua buku tersusun tahun ini, rasanya tidak menyangka kalau kerja keras itu tidak sia-sia.
Walau memang pada akhirnya saya lebih memilih self publishing, bukan masalah kan?
Pengalaman menulis sejak SMP memang menjadi satu alasan kuat, kenapa saya harus punya buku tahun ini. Kenyataannya, dua buku dalam satu tahun, itu mengagumkan bagi diri saya sendiri.
Catatan dan Novela, memang berisikan naskah lama, saya susun ulang, diberikan sampul dan walaaa....
Foto di sampul Catatan dan Novela saya dapatkan dari Hanifah Siregar, salah satu peng-capture gambar favorit saya.
Lalu Desember ini akhirnya buku kedua bisa di dapatkan di nulisbuku[dot]com juga.
#abigwish with Diana Rikasari
Isinya sangat sederhana, saya meramunya dengan cara paling mudah. Dan yang menjadi perhatian saya tetap pada originalitas cerita, juga penampilan.
Untuk Sampulnya, saya dapatkan sketsa ini dari Atika Fadhila. Saya sebenarnya pesan dua gambar, tapi karena si penggambar ini masih sibuk dengan tugas kuliahnya, akhirnya sketsanya hanya selesai satu, dilain hal.... ini sungguh mengagumkan.
Terima kasih saya untuk kawan-kawan pendukung saya, Prima Z. dan Early T.H. untuk semua yang sudah kalian berikan. Waktu dan juga banyak masukan.
Oh, ya, terakhir. sebelum lupa.
Silahkan beli bukunya di nulisbuku[dot]com
Saya juga ada #giveaway di halaman dalamceritasaja kalau mau dapat gratis bukunya.
Catatan:
Untuk foto promo di atas:
Saya meng-capture-nya sendiri di Gallery Indonesia Indie.
Semua properti milik Indonesia Indie (bocoren sedikit : ini salah satu project baru saya dengan seorang make-up artist dan pengkarya seni).
silahkan di klik semua link-nya untuk banyak hal baru yang mungkin jarang kamu temukan dengan sengaja.
Salam
-ephy-
Rasanya senang sekali sudah dua buku tersusun tahun ini, rasanya tidak menyangka kalau kerja keras itu tidak sia-sia.
Walau memang pada akhirnya saya lebih memilih self publishing, bukan masalah kan?
Pengalaman menulis sejak SMP memang menjadi satu alasan kuat, kenapa saya harus punya buku tahun ini. Kenyataannya, dua buku dalam satu tahun, itu mengagumkan bagi diri saya sendiri.
Catatan dan Novela, memang berisikan naskah lama, saya susun ulang, diberikan sampul dan walaaa....
Foto di sampul Catatan dan Novela saya dapatkan dari Hanifah Siregar, salah satu peng-capture gambar favorit saya.
Lalu Desember ini akhirnya buku kedua bisa di dapatkan di nulisbuku[dot]com juga.
#abigwish with Diana Rikasari
Isinya sangat sederhana, saya meramunya dengan cara paling mudah. Dan yang menjadi perhatian saya tetap pada originalitas cerita, juga penampilan.
Untuk Sampulnya, saya dapatkan sketsa ini dari Atika Fadhila. Saya sebenarnya pesan dua gambar, tapi karena si penggambar ini masih sibuk dengan tugas kuliahnya, akhirnya sketsanya hanya selesai satu, dilain hal.... ini sungguh mengagumkan.
Terima kasih saya untuk kawan-kawan pendukung saya, Prima Z. dan Early T.H. untuk semua yang sudah kalian berikan. Waktu dan juga banyak masukan.
Oh, ya, terakhir. sebelum lupa.
Silahkan beli bukunya di nulisbuku[dot]com
Saya juga ada #giveaway di halaman dalamceritasaja kalau mau dapat gratis bukunya.
Catatan:
Untuk foto promo di atas:
Saya meng-capture-nya sendiri di Gallery Indonesia Indie.
Semua properti milik Indonesia Indie (bocoren sedikit : ini salah satu project baru saya dengan seorang make-up artist dan pengkarya seni).
silahkan di klik semua link-nya untuk banyak hal baru yang mungkin jarang kamu temukan dengan sengaja.
Salam
-ephy-
Thursday, December 05, 2013
[ephy] Jangan Menyerah, Berserahlah
dalam setiap sujud, aku berdoa, meminta, tapi tak pernah semua yang kuminta pada-Nya, terjadi begitu saja...
selalu ada banyak hal yang tidak aku suka muncul kehadapan, terlihat di permukaan, dan berbayang-bayang pada setiap langkah yang aku pilih.
tapi papaku bilang, "Jangan Menyerah, Berserahlah, Serahkan semua urusan pada Allah."
selalu ada banyak hal yang tidak aku suka muncul kehadapan, terlihat di permukaan, dan berbayang-bayang pada setiap langkah yang aku pilih.
tapi papaku bilang, "Jangan Menyerah, Berserahlah, Serahkan semua urusan pada Allah."
Label:
aku,
berfikir,
perempuan cantik,
perempuan dewasa
Thursday, November 28, 2013
[ephy] Saya dan trend
Nemu Postingan ini di Facebook, dan saya buka.... seru! asik! Baca, deh!
TANGGAPAN SEORANG KRISTIANI ATAS TREND HIJAB MODIS
gak bakal nyesel, sekalipun kamu belum punya kesadaran penuh atas hijab yang menutup kepalamu.
TANGGAPAN SEORANG KRISTIANI ATAS TREND HIJAB MODIS
gak bakal nyesel, sekalipun kamu belum punya kesadaran penuh atas hijab yang menutup kepalamu.
Saturday, August 24, 2013
[ephy] Aku Memanggilnya Cinta
Aku memanggilnya cinta
walau penuh luka,
aku masih bisa mengenalinya
walau wajahnya sembab karena semalam ber-airmata
aku masih tetap menyadari keberadaannya yang berbeda
Aku memanggilnya cinta
satu rupa walau banyak warna
sekalipun mereka tidak pernah membedakannya
tapi cinta selalu punya warna untuk menandakan keberadaannya
walau penuh luka,
aku masih bisa mengenalinya
walau wajahnya sembab karena semalam ber-airmata
aku masih tetap menyadari keberadaannya yang berbeda
Aku memanggilnya cinta
satu rupa walau banyak warna
sekalipun mereka tidak pernah membedakannya
tapi cinta selalu punya warna untuk menandakan keberadaannya
[ephy] CINTA UNTUKMU LUAR BIASA (2)
perempuan itu menyimpan sedihnya, ia hanya mengadu pada Tuhannya. dan saat sang suaminya bertanya, ia akan bercerita dengan cara yang baik, bahasa yang optimis, hingga suaminya tak akan ragu akan kekuatannya untuk selalu bertahan disisinya, saat duka, luka, dan sedih mendera.
[ephy] Tak Boleh Jatuh Cinta
perjalanan yang lain saat aku meramu cerita adalah, menemukan suatu fakta tentang rasa yang tak nyata.
Thursday, August 22, 2013
[ephy] CINTA UNTUKMU LUAR BIASA
Aku memang manusia biasa
Yang tak berguna dan kadang salah
Namun di hatiku hanya satu
Cinta untukmu luar biasa
***
Yang tak berguna dan kadang salah
Namun di hatiku hanya satu
Cinta untukmu luar biasa
***
Saturday, August 17, 2013
[ephy] Jatuh Hati Tak Tertimpa Tangga
Saturday, August 03, 2013
[ephy] Hijab Stories versi saya
midnite dingin dan sendirian, anak cantik barusan bisa tidur menjelang tengah malam tadi. udara dingin memang tidak bisa diprediksi. jadi, harus dengan segala bujuk rayu, akhirnya gadis kecilku bisa terlelap. eh... mataku sendiri jadi tidak mengantuk.
walhasil, inilah yang mau kutulis untuk #ProyekMenulisSetiapHari hari ini.
Friday, July 19, 2013
[ephy] Telenovela dan kenyataan hidup
salah satu bagian menyenangkan dari hidup ini adalah, bahwa kita masih berkesempatan menjalaninya dengan sebaik-baiknya, yang kita bisa.
walaupun setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda, konflik dan penyelesaian yang tak pernah sama walau terkadang mirip. tapi yang terpenting hari ini adalah bagaimana cara kita menentukan satu titik, posisi dimana kita memilih sudut untuk memahami banyak hal.
walaupun setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda, konflik dan penyelesaian yang tak pernah sama walau terkadang mirip. tapi yang terpenting hari ini adalah bagaimana cara kita menentukan satu titik, posisi dimana kita memilih sudut untuk memahami banyak hal.
Friday, July 12, 2013
[ephy] Kasta Pertemanan
Ini adalah obrolan dengan suamiku malam yang lalu, tentang bagaimana dia berteman, aku berteman, dan semua teman-teman kami berteman.
Hal ini mengusik hati, dan memaksa jemariku menuliskannya.
Bagaimana pertemanan itu dinilai?
Seperti apa pertemanan itu menggambarkan pribadimu?
Apa guna teman, dan apa kamu berguna bagi temanmu?
Label:
family,
me,
mind soul,
perempuan cantik,
reuni
Wednesday, July 10, 2013
[ephy] Kelebihan ruang saat kehilangan
pagi ini terbangun karena mimpi yang menyeramkan... sedikit horor, tapi akan jadi cerita menarik untuk dituliskan...
nanti mimpinya akan saya salin dalam bentuk tulisan di Catatan dan Novela.
tapi sekarang saya mau menulis yang lain di halaman ini, ini tentang ruang yang kosong saat kita kehilangan.
banyak yang bilang, jika seorang kehilangan kekasih hati, maka ia akan mencari 'pelarian' ke lain hati.
hampir seperti itu, tapi saya mendalami dalam sisi yang berbeda...
nanti mimpinya akan saya salin dalam bentuk tulisan di Catatan dan Novela.
tapi sekarang saya mau menulis yang lain di halaman ini, ini tentang ruang yang kosong saat kita kehilangan.
banyak yang bilang, jika seorang kehilangan kekasih hati, maka ia akan mencari 'pelarian' ke lain hati.
hampir seperti itu, tapi saya mendalami dalam sisi yang berbeda...
Label:
me,
mind soul,
perempuan cantik,
perempuan dewasa
Thursday, May 02, 2013
[ephy] Ketika Percaya
ada seorang kawan baru, yang terpaut usia dua tahun lebih senior dariku. dia gadis baik, belum menikah.
kalau bahasa gaul jaman sekarang, belum bisa 'move on' dari sang mantan yang ternyata sudah menikah.
"Oh God!!"
dan dia terus dirundung ke-kalutan hati karena ternyata adik-adiknya sudah berkeluarga, dan dia belum.
orang tua sudah selalu bertanya, "kapan?"
pengalaman yang tidak menyenangkan itu membuatku ingin menuliskan sesuatu untuk kawanku itu...
seperti ini, mbak :
ada kalanya kebimbangan hati itu memang membuat kita terkesan 'labil'
tapi maunya gak begitu, kan?
orang seperti apa yang bakalan jadi pendamping hidup kita, itu rahasia Allah.
gak akan ada yang tahu, sampai waktunya itu datang, dan lelaki pilihan itu menyanggupi:
menerima perwujudanmu lahir dan batin.
dia tidak akan memandang masa lalumu yang penuh luka,
karena dia menyanggupi akan membuatmu cantik selalu dimasa depan dan menghapus semua bekas luka yang menurutmu, membuatmu jadi berpenampilan buruk rupa.
menjadi pelindung, pendamping dan pemimpinmu.
dia tidak akan pernah meributkan dari mana kamu bermula, karena kamu sudah meletakkan PERCAYAmu atas kiriman TUHANmu diatas telapak tangannya, dikedua pundaknya, dan di hatinya.
melakukan apa yang kamu minta sebagai syarat menikahimu, mas kawin dan janji lisannya, yang akan kamu pegang sebagai prinsipnya, dan kamu ikat dengan komitmennya.
dengan satu PERCAYA sepanjang usia.
itu saja mbak....
apa aku terlalu puitis?
hm, kalau kesimpulanku begini.
lelaki itu tidak akan melihat dari sekedar bagaimana kita 'yang apa adanya'
lelaki itu mungkin akan membandingkan kita dengan yang lainnya
tapi hidup dan kebaikan yang kita jalani hari ini, dengan "lillahi ta'ala".... insya Allah, Allah kelak akan memilihkan kita jodoh yang terbaik, dunia-akhirat.
itu yang aku PERCAYA.
semoga Allah memberi kemudahan jodoh padamu.
*peluk sayang, kawan baru-mu yang masih junior ini*
-ephy-
note:
you should go to this PAGE.
kalau bahasa gaul jaman sekarang, belum bisa 'move on' dari sang mantan yang ternyata sudah menikah.
"Oh God!!"
dan dia terus dirundung ke-kalutan hati karena ternyata adik-adiknya sudah berkeluarga, dan dia belum.
orang tua sudah selalu bertanya, "kapan?"
pengalaman yang tidak menyenangkan itu membuatku ingin menuliskan sesuatu untuk kawanku itu...
seperti ini, mbak :
ada kalanya kebimbangan hati itu memang membuat kita terkesan 'labil'
tapi maunya gak begitu, kan?
orang seperti apa yang bakalan jadi pendamping hidup kita, itu rahasia Allah.
gak akan ada yang tahu, sampai waktunya itu datang, dan lelaki pilihan itu menyanggupi:
menerima perwujudanmu lahir dan batin.
dia tidak akan memandang masa lalumu yang penuh luka,
karena dia menyanggupi akan membuatmu cantik selalu dimasa depan dan menghapus semua bekas luka yang menurutmu, membuatmu jadi berpenampilan buruk rupa.
menjadi pelindung, pendamping dan pemimpinmu.
dia tidak akan pernah meributkan dari mana kamu bermula, karena kamu sudah meletakkan PERCAYAmu atas kiriman TUHANmu diatas telapak tangannya, dikedua pundaknya, dan di hatinya.
melakukan apa yang kamu minta sebagai syarat menikahimu, mas kawin dan janji lisannya, yang akan kamu pegang sebagai prinsipnya, dan kamu ikat dengan komitmennya.
dengan satu PERCAYA sepanjang usia.
itu saja mbak....
apa aku terlalu puitis?
hm, kalau kesimpulanku begini.
lelaki itu tidak akan melihat dari sekedar bagaimana kita 'yang apa adanya'
lelaki itu mungkin akan membandingkan kita dengan yang lainnya
tapi hidup dan kebaikan yang kita jalani hari ini, dengan "lillahi ta'ala".... insya Allah, Allah kelak akan memilihkan kita jodoh yang terbaik, dunia-akhirat.
itu yang aku PERCAYA.
semoga Allah memberi kemudahan jodoh padamu.
*peluk sayang, kawan baru-mu yang masih junior ini*
-ephy-
note:
you should go to this PAGE.
Label:
berfikir,
mind soul,
perempuan cantik,
perempuan dewasa
Sunday, December 30, 2012
Papaku : Orientasimu yang mana?
hari jum'at yang lalu, saya ngobrol pagi dengan papa. sebagai seorang anak yang baru dalam ber-rumah tangga (baru mau empat tahun), saya harus belajar lebih banyak dari orang tua saya yang sudah 29 tahun menjalani semuanya bersama.
lebih dan kurang-nya sebuah hubungan, itu adalah kita yang menyikapi-nya. orang lain boleh ber-pendapat, tapi kita lah yang menjalani hubungan dalam rumah tangga itu.
sebuah ikatan yang dibangun, atas daras ikhlas- lillahi ta'ala, adalah pondasi. bukan semata materi dunia yang menjadi landasan keselarasan dalam hubungan yang ada.
itu titik pembuka obrolan saya dengan papa kemarin. lalu saya bertanya...
Saya (e) : bagaimana dengan teman-teman yang sudah mapan, dan masih saja memandang bahwa, "mereka belum cukup pantas untuk ber-rumah tangga?"
kata papa (p) :
pada dasarnya manusia punya dua pilihan, mau dihadapkannya dirinya pada dunia atau pada akhirat?
hanya ada dua, kata papa.
mereka yang menghadapkan wajah pada dunia, hanya akan menilai segala hal-nya dengan ukuran duniawi... bagaimana saya jadi cantik, kaya, ganteng, mapan, atau bahkan hura-hura dengan cara yang mereka pikir itu 'kasat mata' (bukan hura-hura atau foya-foya). atau pada satu titik mereka mengabaikan panggilan untuk ber-keluarga.
sedangkan mereka yang menghadapkan wajah pada akhirat, mereka akan berfikir, bagaimana saya memanfaatkan usia saya, untuk bisa menafkahi keluarga saya dengan sebaik-baiknya, karena saya ingin kelak anak-anak saya bisa menjadi pembuka pintu surga bagi saya.
(ah, saya sulit menjelaskan detail obrolan saya denga papa kemarin.)
lalu saya ber-tanya kembali (e) :
bagaimana kemudian Allah mengirimkan jodoh pada kita?
(p) : Allah punya kehendak yang diatur-Nya sedemikian rupa, kalau kamu tau, ketika kita mendekat se-jengkal Allah mendekat se-hasta, ketika kita mendekat se-hasta Allah mendekat se-depa...
dan jika seorang hamba tidak mau meminta pada-Nya, Allah tidak akan pernah memberi apa pun... kalu saja diberi, itu mungkin untuk menguji...
(e) : meminta? apa harus dengan ber-doa saja?
(p) : doa tanpa usaha, itu sia-sia.
bagaimana bisa, dia ber-doa setiap malam, meminta didatangkan jodoh, tapi bahkan ketika dia bertemu seseorang, dia bersikap dingin dan tidak peduli?
seperti kamu, apa dulu yang kamu minta pada Allah untuk jodohmu?
(aku mengingat-ingat)
(e) : seorang yang baru, yang jauh lebih dewasa, yang menerima segala kurang dan lebihku...
(p) : apa kamu ber-usaha?
(e) : ya. walau tidak terlalu ber-usaha. aku berusaha, mengenal banyak orang baru, dan itu kemudian mengantarkanku pada jodohku. orang baru, yang tidak pernah mengenal diriku selama 24 tahun hidupku. usianya jauh diatasku, 7 tahun... dan dia tidak menilaiku hanya dari fisik, dia menerimaku hanya kerena dia yakin atas restu orang tua-nya.
karena Ridha Allah itu ridha orang tua, jika orang tua mer-dhai, Allah akan ridha...
(p) : nah, seperti itulah...
ketika mereka hanya memandang dengan doa saja cukup, tapi mereka mengabaikan tawaran-tawaran untuk ber-usaha, mempertemukan mereka ... perjodohan bukan suatu yang buruk, sayang... sekali pun orang membayangkan kisah siti nurbaya, ada banyak kebaikan jika orang tua dan Allah ridha.
(aku harus menarik nafas panjang, melepaskannya perlahan... )
(e) : tidak bisa di pungkiri, ketika saya miris, melihat mereka yang mengejar dunia, kita tidak bisa masuk dalam kehidupan mereka dengan tiba-tiba, begitu saja nylonog tanpa permisi, mengatakan pada mereka, "kamu seharusnya menikah ....."
pengalaman mengajarkan pada saya untuk tahu diri, melihat mereka yang mengejar begitu banyak impian, tapi ternyata dengan membaca al-Qur'an mereka tidak memaknai isinya....
mereka punya orientasi pada akhirat, pa. tapi menurut saya pribadi, orientasi mereka hanya dengan sholat dan membaca Al-Qur'an.
papa menjelaskan (p) : Allah memberi kesempatan pada manusia untuk berencana, melakukan semua rencananya dengan usaha yang paling maksimal. kita mungkin tidak bisa melihat usaha mereka, kita hanya penilai, dari luar... dan mungkin memang Allah belum memberi kesempatan pada mereka, karena menilai mereka belum layak, wallahua'lam.
kembali pada orientasi mereka, teman-temanmu itu, mereka merasa dengan mencapai kesuksesan dunia, mereka akan bahagia dengan cara mereka, dengan apa saja yang mereka inginkan.
apa pun bentuk dan cara mereka melakukannya di dunia, kita tidak bisa menghakimi, karena hati mereka itu rahasia...
keduniawi-an bisa dalam bentuk apa-saja...
dan bagaimana dengan orientasimu sekarang? yang mana?
(e) : (saya masih berfikir....)
sekali pun papa mendidik saya dengan dasar agama yang sangat kuat, saya bukan seorang rohaniawan yang bisa ber-khotbah seperti apa yang papa lakukan. saya hanya bisa menyirami diri saya sendiri, dan itu sudah cukup untuk membuat saya bertahan dan menjalani pilihan hidup saya sekarang. berkeluarga, dan tidak bekerja. tapi saya tetap ber-karya, karena itu adalah salah satu cara saya menunjukkan eksistensi diri saya di kehidupan dunia yang harus saya hadapi.
saya tidak mengejar dunia, saya tidak bergumul dengan materi, dan saya tidak memaksakan diri untuk bisa menjadi satu dengan dunia yang tidak saya kenal...
orientasi itu pilihan, dan hanya dua...
sekali pun sulit memilihnya, saya tahu yang mana yang yang akan saya jalani sekarang...
*dituliskan kembali dengan bahasa saya sendiri*
ephy
-pemikir yang berpikir-
lebih dan kurang-nya sebuah hubungan, itu adalah kita yang menyikapi-nya. orang lain boleh ber-pendapat, tapi kita lah yang menjalani hubungan dalam rumah tangga itu.
sebuah ikatan yang dibangun, atas daras ikhlas- lillahi ta'ala, adalah pondasi. bukan semata materi dunia yang menjadi landasan keselarasan dalam hubungan yang ada.
itu titik pembuka obrolan saya dengan papa kemarin. lalu saya bertanya...
Saya (e) : bagaimana dengan teman-teman yang sudah mapan, dan masih saja memandang bahwa, "mereka belum cukup pantas untuk ber-rumah tangga?"
kata papa (p) :
pada dasarnya manusia punya dua pilihan, mau dihadapkannya dirinya pada dunia atau pada akhirat?
hanya ada dua, kata papa.
mereka yang menghadapkan wajah pada dunia, hanya akan menilai segala hal-nya dengan ukuran duniawi... bagaimana saya jadi cantik, kaya, ganteng, mapan, atau bahkan hura-hura dengan cara yang mereka pikir itu 'kasat mata' (bukan hura-hura atau foya-foya). atau pada satu titik mereka mengabaikan panggilan untuk ber-keluarga.
sedangkan mereka yang menghadapkan wajah pada akhirat, mereka akan berfikir, bagaimana saya memanfaatkan usia saya, untuk bisa menafkahi keluarga saya dengan sebaik-baiknya, karena saya ingin kelak anak-anak saya bisa menjadi pembuka pintu surga bagi saya.
(ah, saya sulit menjelaskan detail obrolan saya denga papa kemarin.)
lalu saya ber-tanya kembali (e) :
bagaimana kemudian Allah mengirimkan jodoh pada kita?
(p) : Allah punya kehendak yang diatur-Nya sedemikian rupa, kalau kamu tau, ketika kita mendekat se-jengkal Allah mendekat se-hasta, ketika kita mendekat se-hasta Allah mendekat se-depa...
dan jika seorang hamba tidak mau meminta pada-Nya, Allah tidak akan pernah memberi apa pun... kalu saja diberi, itu mungkin untuk menguji...
(e) : meminta? apa harus dengan ber-doa saja?
(p) : doa tanpa usaha, itu sia-sia.
bagaimana bisa, dia ber-doa setiap malam, meminta didatangkan jodoh, tapi bahkan ketika dia bertemu seseorang, dia bersikap dingin dan tidak peduli?
seperti kamu, apa dulu yang kamu minta pada Allah untuk jodohmu?
(aku mengingat-ingat)
(e) : seorang yang baru, yang jauh lebih dewasa, yang menerima segala kurang dan lebihku...
(p) : apa kamu ber-usaha?
(e) : ya. walau tidak terlalu ber-usaha. aku berusaha, mengenal banyak orang baru, dan itu kemudian mengantarkanku pada jodohku. orang baru, yang tidak pernah mengenal diriku selama 24 tahun hidupku. usianya jauh diatasku, 7 tahun... dan dia tidak menilaiku hanya dari fisik, dia menerimaku hanya kerena dia yakin atas restu orang tua-nya.
karena Ridha Allah itu ridha orang tua, jika orang tua mer-dhai, Allah akan ridha...
(p) : nah, seperti itulah...
ketika mereka hanya memandang dengan doa saja cukup, tapi mereka mengabaikan tawaran-tawaran untuk ber-usaha, mempertemukan mereka ... perjodohan bukan suatu yang buruk, sayang... sekali pun orang membayangkan kisah siti nurbaya, ada banyak kebaikan jika orang tua dan Allah ridha.
(aku harus menarik nafas panjang, melepaskannya perlahan... )
(e) : tidak bisa di pungkiri, ketika saya miris, melihat mereka yang mengejar dunia, kita tidak bisa masuk dalam kehidupan mereka dengan tiba-tiba, begitu saja nylonog tanpa permisi, mengatakan pada mereka, "kamu seharusnya menikah ....."
pengalaman mengajarkan pada saya untuk tahu diri, melihat mereka yang mengejar begitu banyak impian, tapi ternyata dengan membaca al-Qur'an mereka tidak memaknai isinya....
mereka punya orientasi pada akhirat, pa. tapi menurut saya pribadi, orientasi mereka hanya dengan sholat dan membaca Al-Qur'an.
papa menjelaskan (p) : Allah memberi kesempatan pada manusia untuk berencana, melakukan semua rencananya dengan usaha yang paling maksimal. kita mungkin tidak bisa melihat usaha mereka, kita hanya penilai, dari luar... dan mungkin memang Allah belum memberi kesempatan pada mereka, karena menilai mereka belum layak, wallahua'lam.
kembali pada orientasi mereka, teman-temanmu itu, mereka merasa dengan mencapai kesuksesan dunia, mereka akan bahagia dengan cara mereka, dengan apa saja yang mereka inginkan.
apa pun bentuk dan cara mereka melakukannya di dunia, kita tidak bisa menghakimi, karena hati mereka itu rahasia...
keduniawi-an bisa dalam bentuk apa-saja...
dan bagaimana dengan orientasimu sekarang? yang mana?
(e) : (saya masih berfikir....)
sekali pun papa mendidik saya dengan dasar agama yang sangat kuat, saya bukan seorang rohaniawan yang bisa ber-khotbah seperti apa yang papa lakukan. saya hanya bisa menyirami diri saya sendiri, dan itu sudah cukup untuk membuat saya bertahan dan menjalani pilihan hidup saya sekarang. berkeluarga, dan tidak bekerja. tapi saya tetap ber-karya, karena itu adalah salah satu cara saya menunjukkan eksistensi diri saya di kehidupan dunia yang harus saya hadapi.
saya tidak mengejar dunia, saya tidak bergumul dengan materi, dan saya tidak memaksakan diri untuk bisa menjadi satu dengan dunia yang tidak saya kenal...
orientasi itu pilihan, dan hanya dua...
sekali pun sulit memilihnya, saya tahu yang mana yang yang akan saya jalani sekarang...
*dituliskan kembali dengan bahasa saya sendiri*
ephy
-pemikir yang berpikir-
Label:
mind soul,
perempuan cantik,
perempuan dewasa,
temanku
Monday, December 03, 2012
Semangkuk Cinta Sedanau Persahabatan
![]() |
Lia n Faizal |
Ada satu kisah, tentang apa yang mereka kenal dengan KETULUSAN yang dibagi. Aku begitu mengagumi kebetulan yang Allah ciptakan dalam hidupku. Aku bersyukur karena Allah selalu memberiku kesempatan untuk mendapatkan kejutan-kejutan manis di setiap tarikan nafas hidupku.
Aku tidak selalu beruntung, kadang juga ada yang tidak menyenangkan yang ahrus aku hadapi sebagai manusia, seperti yang lain juga. dan percikan-percikan kebahagiaan yang kadang tidak bisa aku bagi dengan mereka... harus aku tuliskan. Agar aku tidak meledak dan melompat terbang tanpa tahu dimana harus turun dan menjadi sesuatu yang menghangatkan.
Ini cerita tentang sesuatu yang terjadi tadi malam. ini tentang sesuatu yang aku rasa adalah KEMENANGAN, terletak diantara kesabaran dan ketabahan.
Aku cukup lama bertahan untuk tidak bertemu dengan kawan-kawan lama. Aku cukup banyak menghabiskan waktu hanya di rumah dan berkutat dengan interaksi dunia maya. hanya terhubung via jejaring sosial. bahkan tidak menemukan terlalu banyak pembaca yang mungkin bisa aku ajak berdiskusi tentang karyaku.
Kalau kalian membaca beberapa postingan sebelum ini, tentang seorang gadis bernama Lya. Tadi malam (02122012) dia barusan melangsungkan reepsi pernikahannya. dan aku harus meluangkan waktu yang ekstra untuk bisa hadir, karena ada terlalu banyak pekerjaan yang tak bisa aku abaikan.
Aku hadir, menikmati keramaian bersama anak dan suamiku. dan dari sekian lama aku duduk sambil menikmati hidangan. aku hanya menemukan sedikit wajah-wajah yang aku kenal dari tetamu yang hadir.
Beberapa kawan Lia yang adalah adik kelasku, ada yang hadir bersama teman, orang tua, pacar....
Setelah selesai ber-santap, sudah lewat jam 8 malam, aku berpamitan dengan beberapa orang yang memang aku kenal. aku sebut nama saja... Fatma, dan salah satu adik Lia yang sering mengantarnya kemana-mana...
Lalu, saat aku menoleh kembali ke arah ruang resepsi yang sedang ramai, untuk menemukan anak dan suamiku yang sempat tertinggal oleh langkahku, aku menemukan wajah seorang kakak kelasku.... dan ta...ra....
ternyata, dia adalah adik dari pengantin Pria....
kebetulan yang menyenangkan, dan percikan kesenangan yang tidak terkatakan.... karena adik dari kakak kelasku yang aku temui di pintu masuk, adalah kakak dari seorang teman se-kelasku waktu aku kelas 2 SMA.
Owh......
dan jadilah ada reuni sekejap. Suamiku yang sudah melangkah lebih dulu meninggalkanku yang masih ngobrol dengan teman lamaku... Nita... akhirnya tidak sempat ikut foto bersama, karena Nita berhasil menarikku ke pelaminan, mengajak foto bersama pengantin. dan aku menyempatkan diri untuk menyapa kedua orang tua Nita. owh....
sekeluar-nya aku dari gedung tempat acara... rasa-nya sungguh bahagia ini meledak.... dan bagai kembang api yang meluncur ke langit... aku menyisakan aroma mesiu.... kebahagiaan atas sebuah perjalanan hidup yang tak selalu wangi... tak selalu mudah.
dan ini-lah kisah tentang semangkuk cinta... yang tak akan ada habisnya, karena ada sedanau persahabatan yang air-nya terus bertambah dan terus bertambah... tak pernah menyusut... tak akan mengering... karena aku menjaganya, sebagai sesuatu yang berharga dalam hidupku.
Terimakasih Ya Allah... atas kejutan indah di dua desember 2012. Semoga akan ada pertemuan-pertemuan yang lebih indah dan membahagiakan, dari se-danau persahabatan yang Engkau anugerahi padaku. Amiin...
Malang, 3 Desember 2012 - pagi.
Label:
berfikir,
me,
mind soul,
perempuan cantik,
reuni
Subscribe to:
Posts (Atom)